Kepulauan Dipetakan, Pesawat Drone Diterjunkan

Photo: Pontianak Post
SUKADANA – Peneliti dari Leibniz Center for Tropical Marine Ecology-Bremen (Jerman), Irendra Radjawali mendemonstrasikan pesawat drone (tanpa awak) untuk pengambila citra foto dan video dari udara. Bertempat di helipad (bantalan pendaratan dan lepas landas helikopter) Sukadana, Senin (31/3).
Hadir dalam aksi demonstrasi tersebut, Bupati Kayong Utara Hildi Hamid, Peneliti dari Swandiri Institute Uray Endang Kusumajaya, Staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kayong Utara, Kasubag Humpro Setda Kabupaten Kayong Utara Jumadi, dan peneliti pendamping lainnya.
“Pesawat drone atau tanpa awak ini, kerangkanya dari kayu, jadi susah akan dideteksi radar keluaran Amerika Serikat. Drone ini baru prototype atau purwarupa karena untuk penyelesaiannya kita sedang minta dari institute kesenian dari Bandung, supaya lebih cantik penampakannya,” jelas Radjawali, lulusan strata dua dari Universitas Sorbonne Perancis di sela-sela diskusi dengan Bupati H Hildi Hamid di kediamannya.
Dikatakannya pesawat Drone rakitannya lebih detail pengambilan gambar atau video yang dapat direkam atau dilihat secara langsung daripada pengambilan dari satelit. Mesin pendukung banyak diambilkan dari produk Tiongkok dan sedikit sentuhan teknologi yang dipelajarinya dari Jerman.
“Dengan empat baling-baling penggerak, drone ini mampu mengangkut berat sekitar 2 kilogram, namun daya tahan baterai jadi berkurang. Kita juga akan bikin prototype hexakopter (enam baling-baling, Red) ataupun delapan baling-baling, supaya lebih banyak daya angkut dan jelajahnya. Sebab direncanakan untuk pengambilan gambar dan video, direncanakan akan pakai kamera yang bisa berputar dan dukungan teknologi kamera DLSR yang lebih canggih,” kupas lulusan strata tiga dari Universitas Bonn Jerman.
Dikatakannya, pesawat drone rakitannya dapat terbang sendiri, setelah koordinatnya ditentukan di perangkat laptop yang sudah dimodifikasi. Untuk pesawat drone jenis helikopter yang empat baling-baling radius terbangnya mencapai 10 kilometer pulang-pergi (PP), sedangkan untuk pesawat terbang jet radiusnya mencapai 200 kilometer PP.
“Kita dapat mengambil gambar maupun video rekaman atau secara langsung dapat dilihat, khususnya pada tempat-tempat yang susah dijangkau manusia. Demi ketahanan baterai, prototype pesawat drone ini direncanakan juga akan dilengkapi panel surya, untuk menghasilkan pembangkit listrik tenaga surya,” papar Radjawali.
Irendra Radjawali ini direncanakan akan menjadi satu di antara narasumber di lokakarya yang mengusung tajuk, konsep dan strategi pengelolaan ekowisata terpadu antara Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) dan Suaka Alam Laut (SAL) Kepulauan Karimata.
Lokakarya multi stokeholder forum (MSF) ini, dimulai kemarin (1/4) di Hotel Mahkota Kayong Sukadana, sampai empat hari ke depan. Namun sepanjang 3 – 4 April mendatang, lokakarya langsung digelar dengan kunjungan ke beberapa pulau di Kecamatan Kepulauan Karimata.
Kegiatan ini sendiri merupakan buah kerjasama Pemprov Kalbar, Pemkab Kayong Utara, USAID IFACS (Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika, Dukungan Hutan Indonesia dan Perubahan Iklim).
Selain Irendra Radjawali, narasumber lain yang akan dihadirkan rencananya Anas Nasrullah dari WWF Indonesia Kalbar, Irendra Radjawali dari Leibniz Center for Tropical Marine Ecology-Bremen (Jerman), Lorna Collins dari IFACS Kalimantan, dan Robin dari Song Line Cruises of Indonesia.
Bupati Kayong Utara Hildi Hamid mengatakan bahwa pesawat drone ini diharapkan dapat memetakan pulau-pulau terpencil di Kabupaten Kayong Utara. Dia juga berharap agar pesawat tersebut sekaligus mampu mengambil gambar maupun video dari udara, sehingga dapat membantu promosi potensi wisata dan lain-lain di daerah kepulauan kabupaten ini yang kaya.
“Promosi daerah kita memang masih sangat diperlukan. Bahkan untuk di Kalimantan Barat saja, waktu ada acara pemerintahan KKU (Kayong Utara) itu, (kita) paham di mana, tapi waktu ditanya apa kepanjangan KKU, rupanya masih tidak tahu. Ini orang Kalimantan Barat bagaimana dengan orang di luar Provinsi kita? Bagaimana pula dengan orang luar negeri kita? Jadi promosi melalui citra gambar dan video di berbagai media masih dipelukan adanya,” kupas Bupati. (mah)

Sumber berita: http://www.pontianakpost.com/pro-kalbar/kayong-utara/14114-kepulauan-dipetakan-pesawat-drone-diterjunkan.html
Lebih baru Lebih lama

ads