Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berkenan menggelar lokakarya. Mengusung tajuk, konsep dan strategi pengelolaan ekowisata terpadu antara Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) dan Suaka Alam Laut (SAL) Kepulauan Karimata.
Lokakarya multi stokeholder forum (MSF) ini direncanakan 1-2 April 2014 di Hotel Mahkota Kayong Sukadana. Dilanjutkan 3-4 April 2014 di kunjungan ke beberapa pulau di kecamatan Kepulauan Karimata.
Kegiatan ini buah kerjasama Pemprov Kalbar, Pemkab Kayong Utara, USAID IFACS (Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika, Dukungan Hutan Indonesia dan Perubahan Iklim).
Narasumber yang dihadirkan rencananya Anas Nasrullah dari WWF Indonesia Kalbar, Irendra Radjawali dari Leibniz Center for Tropical Marine Ecology-Bremen (Jerman), Lorna Collins dari IFACS Kalimantan, dan Robin dari Song Line Cruises of Indonesia.
Dalam undangannya, Bupati Kayong Utara H Hildi Hamid menerangkan tujuan lokakarya ini untuk mengidentifikasi konsep dan strategi pengembangan kawasan ekowisata terpadu, sesuai lokalitas Kayong Utara.
“Mengidentifikasi kekuatan, peluang, kelemahan, dan tantangan dalam pengelolaan kegiatan ekowisata terpadu di Kayong Utara, meliputi TNGP dan SAL Karimata. Kemudian peran dan tanggungjawab para aktor kunci dari seluruh para pemangku kepentingan dalam pengembangan kawasan ekowisata di Kayong Utara,” jelas bupati.
Selanjutnya mengidentifikasi aset-aset ekowisata yang dimiliki, terutama kawasan TNGP dan SAL Karimata. Mendesain rencana kolaborasi pengembangan kawasan ekowisata terpadi bersama-sama dengan para anggota MSF Kayong Utara.
“Lokakarya ini diharapkan dapat menghasilkan beberapa rancangan kegiatan. Seperti identifikasi konsep pengelolaan kawasan ekowisata terpadu atau road map of KKU ecotourism development.
Adanya analisis kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan gangguan dalam pengembangan ekowisata terpadu. Terpetakannya para aktor kunci, sehingga diharapkan dapat terbentuk satuan tugas khusus untuk mengembangkan ekowisata terpadu atau task force of KKU ecotourism development,” paparnya.
Kemudian, sambungnya, adanya identifikasi aset-aser di kawasan TNGP dan SAL Kepulauan Karimata. Adanya rencana kolaborasi pengembangan kawasan ekowisata terpadu seluruh pihak, khususnya yang berkepentingan di Kayong Utara dalam enam bulan ke depan.
Peserta lokakarya selain mengundang perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berhubungan dengan ekowisata, juga pihak swasta yang berhubungan dunia kepariwisataan.
Seperti Song Line Cruises, Wow Borneo, serta Hotel Mahkota Kayong. Kemudian perusahaan jasa transportasi (darat, laut, dan sungai), seperti Bressoul, Sinergy dan Deo Taksi.Selanjutnya Camat Kepulauan Karimata dan Sukana.
Kepala desa Betok, Pelapis, dan Padang Kecamatan Kepulauan Karimata, Sedahan Jaya dan Benawai Agung Kecamatan Sukadana. (mah)
Sumber: http://www.pontianakpost.com/pro-kalbar/kayong-utara/13987-ekowisata-terpadu-tngp-dan-sal-karimata.html
