![]() |
| Photo: Warta Kayong |
SIMPANG HILIR – Tahun 2015, Simpang Hilir
prioritaskan pembangunan air bersih. Demikian paparan Camat Simpang
Hilir, Mac Novianto, S.H. dalam Musyawarah Rencana Pembangunan
(Musrenbang) tingkat Kecamatan Simpang Hilir Tahun 2014, di Graha Praja
(10/2/2014). Pasalnya, selama belasan tahun, masyarakat Simpang Hilir
umumnya sulit mendapatkan air bersih. Warga hanya bergantung pada air
hujan dan penjual yang harganya relatif mahal, sebab, air didatangkan
dari Desa Harapan Mulia – Kecamatan Sukadana.
Seperti gayung bersambut. Senan dengan
Camat, Oma Zulfitansyah, Kepala Bappeda Kayong Utara menjelaskan, air
bersih salah satu program startegis Pemda KKU 2014 – 2018, selain
peningkatan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, kualitas
pendidikan dan kesehatan gratis, kualitas aparatur, infrastruktur dan
lain-lain. Semua kegiatan di priode atau tahun sebelumnya, akan tetap
dilanjutkan di priode kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terpilih 2013
– 2018. Tentu pembangunan kita lakukan secara bertahap. Mengingat
keterbatasan anggaran kabupaten. Skala prioritas menjadi kata kuncinya,
tegas Oma.
Musrenbang adalah amanah Undang-Undang
yang wajib kita laksanakan. Dengan musrenbang, maka kita dapat
menentukan mana yang prioritas, mana yang tidak. Sebab ini merupakan
rencana dan aspirasi masyarakat yang wajib diakomodir pemerintah. Tak
terakomodir di tahun ini, usulkan tahun berikutnya, dan seterusnya. Jadi
jangan putus asa. Jika usulan masyarakat tidak masuk tahun ini, kita
harus tetap berusaha mengusulkan tahun berikutnya. Mengingat anggaran
kita terbatas, tutur Kepala Bappeda.
Musrenbang yang dihadiri Kepala Desa,
BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, unsur Muspika (Musyawarah Pimpinan
Kecamatan), memberikan warna tersendiri bagi warga Simpang Hilir.
Pasalnya, selain kepala/perwakilan dari SKPD yang ada di KKU, hadir juga
Anggota Dewan asal Simpang Hilir, yaitu Abdul Zamad, Yulisman dan
Haripin. Menurut Kepala Bappeda, di kecamatan lain, tak ada satupun
Anggota Dewan yang hadir dalam acara Musrenbang.
Setiap Anggota Dewan diberikan kesempatan
untuk bicara. Satu hal yang menarik dari pemaparan dewan, yaitu usulan
Abdul Zamad . Agar pembahasan Tahun Anggaran 2015 seluruh Kades
dilibatkan dalam Paripurna Penetapan APBD KKU, sedekedar untuk
mendengarkan saja. Sehingga tak ada lagi imaje bahwa si A atau si B yang
mangkas anggaran, usul politisi asal Partai Golkar tersebut kepada
Bappeda.
Menyikapi kebutuhan masyarakat Simpang
Hilir tentang air bersih, tiga Anggota Dewan yang hadir sepakat, akan
mengawal usulan tersebut. Mereka sendiri merasakan dampak krisis air
bersih di Simpang Hilir. Sebab, mereka sendiri berasal dan bertempat
tinggal di Simpang Hilir.
Untuk menentukan prioritas program di
setiap desa, panitia membentuk 3 kelompok diskusi untuk melakukan
simulasi. Setiap peserta dalam kelompok, yang mewakili desa mereka
masing-masing, dianjurkan memilih lima program prioritas di desa mereka.
Dari hasil simulasi tersebut, secara umum
disimpulkan bahwa, masalah air bersih, pendidikan, kesehatan,
infrastruktur (jalan) dan ekonomi kerakyatan (perkebunan, pertanian,
perikanan) menjadi isu utama untuk pembangunan 2015 dan seterusnya.
Sebab ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat. (Has)
Sumber berita: https://wartakayong.wordpress.com/2014/03/10/musrenbang-2014-simpang-hilir-prioritaskan-air-bersih/
